Recent Posts

Wednesday, 2 June 2010

mengenang almarhum Opa Kadir Palamani


Sudah beberapa hari ini saya teringat akan sosok seorang Opa (ayah dari papa saya). beliau meninggalkan kita semua ketika saya masih kelas 3 SMP. sebelumnya beliau sudah masuk rumah sakit selama beberapa minggu untuk dirawat inap. hingga akhirnya keluarga memutuskan untuk merawat Opa di rumah saja karena merasa susah agak baikan. hari demi hari berlalu. sabtu itu tepatnya tanggal 3 desember, saya bangun dan mandi bersiap untuk pergi ke sekolah. pagi itu rumah saya sepi, cuma ada saya sama fitria. mama tidak ada. sedangkan papa waktu itu dimutasikan ke Ternate, Maluku Utara. tiba2 terdengar suara telpon berdering, fitria yang mengangkatnya. ternyata telpon dari rumah Oma saya di kampung ketang, mama saya yang telpon. saya disuruh kesana, mereka bilang keadaan Opa saya sudah "gawat". langsung saya berangkat kesana. sampe disana masuk ke kamar, dan benar. keadaan opa saya sudah lemah tapi masih bisa bernafas. banyak orang datang menjenguk. tak lama kemudian, saya balik ke rumah, ambil tas dan pergi ke sekolah. di sekolah perasaan saya sangat tidak enak. saya satu sekolah sama sepupu saya sendiri, namanya pipit. dia memberitahu saya kalo opa sudah meninggal. Innalillahi wa'inna illaihi raaji'un. hati saya menangis. langsung saya menelpon mama, saya tanya dan beliau pun menjawab iya. pikiran saya kacau, ga karuan. di sekolah lagi ada latihan menari untuk pelajaran kesenian. saya memutuskan untuk tidak ikut dan langsung pulang bersama pipit. di perjalanan, kami berdua diam. dalam hati saya mencoba untuk tidak menangis pada waktu itu. hingga akhirnya sampai di lorong rumah oma, dari kejauhan terdengar suara kaset mengaji. para tetangga datang mengucap belasungkawa. saya tak dapat menahan air mata, hingga masuk ke kamar, melihat oma saya sedang berada di dekat opa saya. langsung saya peluk oma saya dengan penuh kasih sayang dan menangis melihat tubuh opa terdiam kaku. saya mengucapkan salam perpisahan pada beliau dengan mengecup dahi dan mencium tangannya berkali-kali. matanya tertutup untuk selama-lamanya, hidungnya tak bisa bernafas lagi. sungguh tak dapat ku tahan airmata ini mengalir deras. mereka bilang jangan sampai air mata kita jatuh di tubuh orang yang baru meninggal. berkali-kali saya mengambil tissue mengusap air mata saya. jenazah opa saya dikebumikan jam 3 sore selepas sholat ashar. di detik2 mau di bawa ke pemakaman, papa saya belum juga datang. beliau sedang di perjalanan mau kesini. Allah sudah mengatur segalanya. papa saya tiba, pas waktu jenazah selesai dikafankan. tanpa menunggu lama, jenazah langsung digotong ke peristirahatan terakhir. terlihat wajah papa sangat tegar walaupun saya tahu dalam hatinya pasti menangis. selamat jalan opa Kadir Palamani. kami semua sangat mencintaimu, tapi Allah lebih mencintaimu. nasehat2mu tak akan ku lupakan. semoga arwahnya diterima disisi Allah SWT, diterima semua amalan2nya, diampuni semua dosa2nya.
Amin.

beliau tak pernah lupa sholat 5 waktu dan mengaji.

0 komentar:

Post a Comment