Recent Posts

Thursday, 21 July 2011

Too many stories..

Banyak sekali kejadian-kejadian yang saya alami belakangan. Sedikit cekcok dengan sahabat, kuliah terlantar, ribetnya waktu mau seminar, hingga masalah percintaan. Ciyee. Aseekk dah.
Sudah cerita lama, sejak saya baikan dengan sahabat saya. Perlahan hubungan kembali terjalin dengan baik dan melupakan masalah-masalah yang sempet mengganggu. Alhamdulillah, kita bisa ngelewatin itu semua. You're still my bestie and i love you.

Ngomong-ngomong soal seminar, hal yang satu ini yang bikin saya deg-degan setengah metong (bahasanya bencongnya "mati", huahahha). Gila mampus, nunggu jadwalnya keluar lama banget. Eh pas udah keluar, saya dan kedua temen saya dapet di hari ketiga. Oh God, kebayang ga gimana ribetnya? Mana belum bimbingan lagi. Belum minta tanda tangan pembimbing 2. Belum pra seminar. Gila dong, dua-tiga hari sebelum seminar saya masih berkeliaran di kampus sampe malem nungguin dosen. Tapi Alhamdulillah semua aman terkendali. Saya lulus seminar dengan revisi tentunya.


Seminarnya sih emang udah, tapi revisinya belum. Saya dan temen-temen masih direpotkan dengan tugas besar Knowledge Management. Semuanya ribet. Ngurusin revisi, minta tanda tangan pembimbing 1 & 2, penguji 1 & 2. Ribetnyaaaaaa.. Tapi sekali lagi Alhamdulillah semuanya selesai.

Ini nih yang terakhir yang bikin happy. Hahaha. I'm in a relationship with one of my friend in ex d'Fellas, Tantan. Ga mau cerita panjang lebar ah. That's my privacy.

Oke guys, thanks for reading. I love you all.

Friday, 3 June 2011

Instrospeksi

Dalam 2 bulan terakhir adalah masa-masa dimana Allah memperingatkan saya untuk lebih dekat kepada-Nya. Saya sadar, sudah terlalu lama saya menjauh dari Sang Pemilik Hati ini. Tidak menyentuh mukena dan sajadah, tangan tidak lagi mengadah, memohon, dan mengucap syukur atas segalanya. Menjadi seseorang yang tidak tahu lagi siapa dirinya. Lupa bahwa hidup ini tak selamanya indah.

Hari demi hari cobaan dan masalah datang silih berganti, seolah tak berujung. Sebisa mungkin saya berusaha mendinginkan kepala, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, melihat titik permasalahannya. Mencoba menahan kesedihan-kesedihan dengan tidak meneteskan airmata sedikit pun. Tapi selayaknya manusia biasa, saya akhirnya menumpahkan semua itu dalam linangan airmata sebagai pelampiasan emosi & perasaan. Sungguh begitu berat pikiran ini, ya Allah.


Bagaimana rasanya kehilangan seorang sahabat?
Saya mengenalnya tapi seolah tidak mengenalnya.

Bagaimana rasanya kehilangan seorang sahabat?
Tak apalah, dia sudah bahagia memilih jalan hidupnya.

Bagaimana rasanya kehilangan seorang sahabat?
Ikhlaskan.




Kini saya adalah seorang yang tegar. Semua itu karena tulusnya kasih sayang Allah kepada saya. Ia tahu, saya bisa melewatinya dengan keikhlasan hati. Saya adalah seorang yang berani menghadapi ujian-Nya karena semua ini adalah indikator untuk mencapai keimanan sejati.

Tuesday, 17 May 2011

Tak ada judul

Berdiri diatas kerikil-kerikil tajam
Memandang panorama-panorama hitam
Di bawah dahi pelarianku
Mengikis batin yang terjal

Getaran membelah rasa
Bermain-mainlah dengan pelangi
Seolah tak ada awan hitam
Mengokohkan pijakan sampai tak terbatas

Aku bersemayam di dalam diriku sendiri
Atas nama segalanya..

Tuesday, 26 April 2011

Menjadi Mahasiswa Sukses dengan Kekuatan Pikiran


Demikian nama seminar yang saya ikut bareng sahabat saya Tya. Awalnya sih ikutan seminar "hanya" untuk mengikuti peraturan baru di kampus. Ga perlu disebutin namanya apa, toh mahasiswa Politeknik Telkom udah pada tau semuanya.


Seminarnya diadain hari Jumat kemarin tanggal 22 April 2011 di GSG IT Telkom, Bandung. Kampus tetangga sebelah dan masih sodaraan sama kampus saya karena dalam naungan Yayasan Pendidikan Telkom. Berhubung tanggal merah, saya jadi males-malesan gitu awalnya. Bangun kesiangan dan telat satu setengah jam. Hahaha. Emang rada ga niat datang, tapi sayang kalo ga datang, udah beli tiket mahal2.

Pas nyampe sana, seminarnya udah dimulai. Saya dapat tempat di belakang tapi masih bisa kok ngeliat si pembicaranya walaupun soundnya agak ga jelas karena ruangannya yang kelewat gede dan pintu sama jendelanya dibuka, otomatis suara mic ga begitu kedengeran. Ya udahlah ga apa2. Banyak motivasi dan pelajaran yang saya dapat dari seminar ini. Mengubah cara pandang (mindset) dengan selalu berpikir positif, mengerjakan sesuatu yang paling penting prioritasnya, dan tetap tawakal. Saya ga bisa ngejabarin disini karena panjang banget. Intinya mulai dari diri kita sendiri, dari pikiran kita sendiri. Kalo kita yakin, kita pasti bisa. Dan ga ada yang mustahil di dunia ini. Banyak motivasi yang saya dapat dari seminar ini.


Selanjutnya para peserta disuruh merem, dan hanya mendengarkan apa yang disampaikan. Seperti di hipnotis, kita semua larut dalam imajinasi-imajinasi. Membayangkan kita berada kedamaian dan dikelilingi orang-orang tersayang, semua bahagia, semua tersenyum. Pembicara sepertinya tau yang ikut seminar sebagian adalah mahasiswa tingkat akhir. Penyampaian beliau soal wisuda sungguh membuat hati saya tersentuh. Dengan mata sedikit basah, saya membayangkan Insya Allah bulan Oktober saya di wisuda dan berdiri di tengah-tengah orangtua yang saya sayangi, keluarga, sahabat. Ya Allah kalbulkanlah.. Amin..

Saya kira seminar ini kayak seminar-seminar lain yang biasanya cuma ngasih materi-materi dan 1 arah. Ternyata ga demikian. Peserta diajak berinteraksi langsung oleh pembicaranya Bapak Muvtizar Solichin, S.Sos, CH, salah satu trainer "Mind Programmer" termuda di Indonesia. Beliau adalah founder, director, dan master trainer De'Miracle 37 (sebuah lembaga training, coaching, dan consulting). Salah satu simulasi oleh pembicaranya yaitu dengan mematahkan pensil 2B dengan menggunakan jari kelingking. Semua peserta masing-masing dibagikan 1 pensil. Awalnya diperagain sama Pak Muvti. Kita yang ngeliat kayak ga percaya. Masa pensil 2B bisa dipatahin sama jari kelingking doang. Dengan backsound yang ngebeat semua disuruh berdiri bareng2 matahin pensil. Teman sebelah megang pensil dengan kedua tangannya dan yang satunya coba mematahkan pensil dengan jari kelingkingnya. Tya duluan. Siap-siap... dan prakk!! PATAH! Wow, keren! Sekarang gantian saya. Bismillah, prak..........!!!! PENSILNYA PATAH!! Dengan muka girang dan ga percaya, saya sama Tya jingkrak2 saking senengnya. Wooooaahhhhhhh.... KITA BISA MATAHIN PENSIL DENGAN MENGGUNAKAN JARI KELINGKING! Unbelievable emang. Tapi saya membuktikannya sendiri.




Sungguh bila kita percaya dan yakin, kita pasti bisa melakukan semuanya. Tetaplah berpikir positif apapun keadaannya. Cara mudah membangun konsep diri yang POSITIF yaitu bergaul dengan orang-orang yang POSITIF. Dan jangan lupa, tetap berdoa dan tawakal kepada Allah SWT.

"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu"
(QS Al-Mukmin : 60)


Oh ya kita ga lupa narsis2an. Hahaha.






Temen satu kelas Anendya, Chika, sama Deby juga ikut.

Monday, 25 April 2011

Kamus Bahasa Manado-Indonesia (Untuk Kalangan Sendiri)


Secara tidak sengaja, saya dapat ide untuk membuat Kamus Bahasa Manado-Indonesia. Yah, kamus kecil-kecilan aja, dari pada bengong mo ngapain mending nge-blog. Hehe. Sebenernya saya berdarah Gorontalo (Papa) dan Belang, Minahasa Tenggara (Mama). Tapi sejak lahir sudah menetap di kota Manado. Dibantu sama teman sekaligus guru saya Zulfan Junus. Mudah-mudahan kamus ini dapat bermanfaat. Salam Torang Samua Basudara.

np : masih belum lengkap. Mohon kritik dan sarannya.

Kata Ganti Orang
Kita = Aku
Ngana = Kamu
Dia = Dia
Torang = Kami/Kita
Dorang = Mereka

A
Ambe = Ambil
Angus = Hangus
Ancor = Hancur
Ampas = Ampas
Angka = Angkat
Arang = Arang

B
Basudara = Bersaudara
Baku = Saling
Bangung/Bangun = Bangun
Buju = Bujuk
Bangka = Bengkak
Bage = Pukul
Bogo/Biongo (kasar) = Bodoh

C
Cambok = Cambuk
Ceke (kasar) = Makan

D
Dimana = Dimana

E
Emplas = Maka

F
Fulungku = Pukul/Tinju
Fugado = Gerah
Fufu = Diasapi
Formak = Permak

G
Goro = Karet
Gofela = Nyamuk

H
Hulango = kulit kering
Hantam = hantam
Hede = berlebihan
Hoga = sejenis setan/hantu

Sunday, 3 April 2011

Berkenalan dengan Gitar

Assalamu'alaikum. Apa kabar semua? Semoga dalam keadaan sehat wal'afiat. Amin. Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang perjalanan saya berkenalan dengan gitar.

Ketika itu, saya masih kelas 6 SD. Di rumah saya lagi ada latihan band buat acara apa gitu saya lupa lagi, kalo ga salah acaranya itu abis Lebaran deh. Saya liat ini kakak2 pada maen gitar dan nyanyi2. Bagus banget. Waktu itu yang maen gitarnya cakep banget. Hehe. Vocalistnya cewek. Ada 2. Keren deh pokoknya. Dari situ saya tertarik dengan gitar. Saya minta dibeliin gitar sama Papa, tapi ga dikasih. Yaudah, minjem gitar punya Om saya. Gitarnya warna kuning, senarnya nylon, lumayan gede, dan satu lagi GITARNYA FALS. Udah lama ga dimainin katanya. Gitar itu berharga banget, sampe sekarang masih ada di kamar kak Nizar. Karena dia sering ngumpul2 ma temen2nya gitu, kayaknya dia yang lebih tau duluan main gitar. Terus dibeliin buku Belajar Gitar Untuk Pemula sama papa. Saya belajar ngejrang-ngejreng mainin kunci satu per satu, sendirian ga jelas, dengan tangan saya yang kecil banget waktu itu. Hahaha. Sakit banget senarnya diteken, jari-jari saya sampe bengkak2. Maennya pake kuku, karena belum kenal pick gitar. Hehehe. Hari demi hari saya habiskan dengan main gitar, gitar, dan gitar. Belajar gonta ganti kunci. Aneh ya, kalo anak cewek kan umur segitu mainannya rumah2an, boneka2an, main karet, dll. Saya malah main gitar. Hadeuhh. Hahahha.

Karena di rumah saya ada gitar, kakak sepupu saya namanya kak Fahlan jadi sering main ke rumah saya. Nah, ini dia orang yang pertama kali ngajarin saya main gitar. Saya liat dia jago banget main gitar, keren lah. Saya sering minta kunci sama dia banyak banget. Lagu Westlife (boyband favorit saya waktu itu), Padi, Agnes Monica, Sheila On 7, Dewa, dll. Waktu itu, saya ga suka banget kalo ada kunci F ato B. Karena F susah banget ada palangnya (walopun bisa juga ga palang) dan B susahnya minta ampun. K'Fahlan dengan sabarnya ngajarin saya supaya bisa. Tetep aja saya ga suka dengan kedua kunci itu. Hahahaha. Saya main gitar harus ngeliat kuncinya. Belum kenal yang namanya nada. Masuk kelas 1 SMP, saya mulai bosen dengan gitar karena k'Fahlan udah punya kesibukan sendiri, dia udah ga pernah main ke rumah lagi. Ya, saya vakum belajar gitar. Tapi setahun kemudian, kelas 2 SMP, ga tau ada angin apa, saya main gitar lagi. Dan lagi-lagi, saya masih harus ngeliat kuncinya. Saya semakin giat belajar gitar, mulai mencari-cari nada lagu, karena saya yakin, saya PASTI BISA cari nada sendiri tanpa ngeliat kunci/bantuan orang lain. Alhamdulillah, lama-kelamaan saya udah bisa cari nada.

Kelas 3 SMP, saya udah punya gitar baru. Horeee. Belinya pake uang saya setengah, setengahnya lagi uang Mama. Warnanya hitam, senarnya string, dan kecil. Semakin mudah saya main gitarnya. Hehehe. Sejak itu, saya jadi suka banget sama gitar. Gitarnya bagus, dan saya juga udah bisa main dengan feeling tanpa ngeliat kunci. Saya main gitar dan Ririn lah penyanyinya. Di kamar, di ruang tv, di teras depan, dan balkon deket ruang tv adalah tempat saya menghabiskan waktu dengan gitar.

Hobi saya kebawa juga sampe ke bangku kuliah pas semester 3. Saya dipindahin ke kelas baru dan ga sengaja ketemu sama yang suka main gitar juga. Karena gitar, saya dan teman saya namanya Tya jadi akrab. Ga ketinggalan Syawal dan Akbar. Oh ya, Tya punya suara yang bagus. Jadi, dia yang nyanyi, saya yang main gitar. Kadang dia juga main gitar sendiri sambil nyanyi. Tapi sayangnya, saya ga bisa nyanyi. Suara cempreng gini nyanyi apaan. Hahaha. LOL.


with my black guitar

Wednesday, 23 March 2011

Behel untuk kesehatan dan bukan trend!

Haduhh saya jadi geleng-geleng sendiri waktu ngeliat ada temen di salah satu Social Networking yang mengupload bukti transaksi yang difotonya dan di tag kepada seseorang untuk memasang behel.


Kawat gigi atau yang lebih dikenal dengan istilah behel sudah jauh dari manfaat yang sesungguhnya yaitu untuk merapihkan gigi serta memperbaiki suatu ketidakaturan pada gigi seseorang. Jika dahulu orang yang memakai behel dianggap kuno, cupu, ga gaul. Sekarang malah berbalik arah. Masyarakat, khususnya anak muda, pemakaian behel adalah suatu hal yang wajib bagi kalangan kelas atas. Kelas atas seperti apakah yang dimaksud? Mungkin dari segi ekonomi atau derajat seseorang. Seseorang yang memakai behel adalah mereka yang gaul, kaya, dan terpandang. Dan menurut saya, ini suatu hal yang tidak wajar karena masih banyak orang-orang yang ingin memakai behel demi alasan kesehatan giginya. Mereka mungkin ingin merapihkan giginya yang tidak teratur. Bukan karena mengikuti trend saat ini.

Yang lebih aneh lagi, sekarang harga behel yang mendadak turun bak kacang goreng. Tidak perlu datang ke dokter gigi spesialis Orthodontic melainkan ke ahli gigi yang semakin menjamur gara-gara trend behel saat ini. Yang saya baca dari sebuah blog, jangankan ahli gigi, seorang dokter gigi tidak serta merta dapat melakukan praktek kedokteran secara asal-asalan dan terang-terangan. Harus yang benar-benar specialist Orthodontic saja yang boleh melakukan pemasangan behel. Selain itu ia harus mengantongi surat izin sebelumnya. Yah, pemasangan behel tidak boleh sembarangan!

Sedikit berbagi pengalaman. Saya adalah seorang pemakai behel sejak November 2010. Tujuan saya adalah untuk merapihkan rahang gigi bagian atas agar sejajar dengan rahang bawah. Sebelum memutuskan untuk memakai behel, saya meminta pendapat orang tua dan sahabat-sahabat terdekat saya. Alhamdulillah, baik orang tua maupun sahabat-sahabat saya sependapat agar saya memakai behel. Selanjutnya, saya kemudian berkonsultasi dengan dokter gigi specialist Orthodontic di salah satu Rumah Sakit di Bandung, yang saya dapat dari rekomendasi teman saya. Sebelum benar-benar memasang behel, saya harus menjalani beberapa pemeriksaan dan perawatan terlebih dahulu. Yang pertama yaitu pemeriksaan radiologi/ronsen pada kepala saya untuk melihat bentuk dan kondisi gigi saya. Kemudian dokter menaruh semacam pasta gigi yang diolesi diseluruh bagian gigi saya (saya ga tau namanya apa, yang tercium oleh saya seperti bau pasta gigi. hehe), setelah menunggu sampai kering, lalu dikeluarkanlah cetakan gigi saya. Loh? Jangan heran dulu. Dokter mencetak gigi saya agar beliau dapat melihat dan mempelajari bentuk rahang gigi saya. Setelah itu, dokter menyelipkan semacam karet permanen (bukan behel) agar gigi tidak kaget dengan benda asing yang akan dipasang nanti. Kira-kira sekitar 2 minggu saya memakai karet permanen itu. Awalnya terasa nyeri saat mau makan. Saat itu saya menghindari memakan daging, wortel, dan makanan keras lainnya. Maklum, belum terbiasa. Hehehe. Setelah 2 minggu, saya kemudian memakai behel di rahang atas. Karena harus berkala, dokter tidak langsung memasang behel di kedua rahang saya. Baru setelah sebulan kemudian, lengkaplah sudah behel dipasang dibagian rahang atas bawah saya. Saya harus kontrol sebulan sekali ke RS. Bersihin karang gigi, ganti kawat, dan karetnya supaya bracketnya tetep bersih. Kawatnya juga ga asal dipakein gitu aja. Ada ketentuan-ketentuannya. Alhamdulillah sampe sekarang saya ga ada masalah sama sariawan. Paling juga pas awal-awal ganti kawat, agak sedikit nyeri kalo mau makan. Setelah itu udah ga lagi. Dokter saya itu the best lah. Selain baik orangnya, suka becanda, dan perhatian sama pasiennya. Pokoknya pelayanan di RS sangat memuaskan. Petugas-petugasnya ramah, sopan, dan murah senyum. Saya juga seneng melihat perkembangan gigi saya, udah semakin rapat dan teratur.

Mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat bagi Anda yang ingin memakai behel, agar tidak sembarangan memasang behel. Sebaiknya, konsultasi dulu dengan dokter ahli.

Monday, 21 March 2011

Apakah surga-Nya tidak begitu menggiurkan untukmu?




Dia mewajibkan kepadamu membaca dua kalimat syahadat setiap saat agar mendapat ridho-Nya.
Apakah surga-Nya tidak begitu menggiurkan untukmu?

Dia mewajibkan kepadamu menghadap kepada-Nya minimal 5 kali sehari, kurang lebih 10 menit lamanya agar memperoleh rahmat-Nya.
Apakah surga-Nya tidak begitu menggiurkan untukmu?

Dia mewajibkan kepada seluruh umat-Nya yang bertaqwa untuk menahan segala nafsu dunia, melatih kejujuranmu, dan akhirnya berujung kepada kemenangan sejati yang dijanjikan-Nya.
Apakah surga-Nya tidak begitu menggiurkan untukmu?

Dia mewajibkan kepadamu menyisihkan sebagian rejeki dari-Nya untuk dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya agar rejeki-Nya senantiasa tercurah untukmu dan untuk membersihkan hartamu.
Apakah surga-Nya tidak begitu menggiurkan untukmu?

Dia mewajibkan kepada seluruh lapisan manusia yang mampu untuk mengunjungi rumah-Nya agar kamu memperoleh kenikmatan yang tiada taranya dan semakin menyadari keesaan-Nya.
Apakah surga-Nya tidak begitu menggiurkan untukmu?


- P.S.P -

Wednesday, 16 March 2011

MetamorphoSelf

Sebenernya postingan ini udah lama di draft saya. Cuman baru di posting aja. Ya, sekedar menyalurkan hobi saya menulis (gayaa banget). Kalian bisa berkomentar apa aja, silahkan. Asal ga mengandung SARA ya.

Okeh, pada postingan kali ini saya akan mengulas tentang masa kecil saya hingga sekarang. Dari yang belum bisa berjalan sampe sekarang udah kuliah. Alhamdulillah hingga saat ini, saya dikelilingi keluarga dan seluruh sahabat yang mencintai dan menyayangi saya.

Inilah "MetamorphoSelf".




















Ibu yang melahirkan dan membesarkan saya.














ulang tahun ke-1



3 tahun (kalo ga salah).


bareng kakak. umur saya kurang lebih 4 tahun.



makan disuapin papa. hehe.



Saya yang paling kecil.



asekk gayanya.



TK. 5 tahun.



Makan coklat. Hadeuhhh.



6 SD.



31 Desember 2004. With my lovely cousin, Ririn.



Bersama mama tersayang. Udah SMA. Hehe.




2 SMA.




3 SMA.




Udah kuliah. Semester 1. Ini waktu pas libur lebaran.




Semester 2.





Semester 3. Dipindahin ke kelas baru, punya temen baru juga. Saya anak baru di kelas mereka, dan kesan pertama yang saya dapat adalah kekompakan kelas ini.
(left: Mita, Lourent, Deby, Chika, Tya, Fitrah, Nurul)




Semester 4. Semakin akrab dengan mereka.




Semester 5. With my bestfriends.




Semester 6. Saya sangat menyayangi kalian.



Sebenernya masih banyak lagi foto-foto di laptop saya. Tapi kan ga mungkin di posting semuanya. Hehehe. Terima kasih telah mengunjungi blog saya. Bagi yang ingin berkomentar dipersilahkan. Semoga terhibur dan bermanfaat.

That's What Friends Are For

Lagu ini adalah salah satu lagu favorit saya. Berceritakan tentang persahabatan yang ga pernah putus. Bahwa selalu ada sahabat yang akan setia menemani kita disaat kita senang maupun susah. Betapa indahnya persahabatan sehingga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sudahkah kau menemukan sahabat sejatimu di dunia ini?




That's What Friends Are For
(Stevie Wonder)


And I
Never thought I'd feel this way
And as far as I'm concerned I'm glad I got the chance to say
That I do believe I love you

And if I should ever go away
Well then close your eyes and try to feel the way we do today
And than if you can't remember.....

Keep smilin'
Keep shinin'
Knowin' you can always count on me for sure
That's what friends are for

In good times
And bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for


Well you came and open me
And now there's so much more I see
And so by the way I thank you....

Ohhh and then
For the times when we're apart
Well just close your eyes and know
These words are comming from my heart
And then if you can't remember....


(dedicated to all my bestfriends)

Saturday, 12 March 2011

Malaikat Pelindungku





Ibu, dengan perjuangannya melahirkan kita.
Ibu, dengan keikhlasannya menjaga dan merawat kita sedari kecil.
Ibu, dengan susah payah menyekolahkan kita hingga sekarang.

Keluh kesah tak pernah keluar dari ucapannya.
Yang terpancar hanyalah senyuman menghiasi keelokan wajahnya.

Seolah hujan yang menetes, itulah cintamu.
Seolah bintang di langit, itulah kasih sayangmu.

Maafkan anakmu ini, Ibu..
Sesungguhnya ridho Allah bergantung pada ridho mu..
Do'a mu adalah cahayaku..

Maafkan anakmu ini, ya Malaikat Pelindungku..


Bandung, 12 Maret 2011
(Teruntuk ibunda tercinta Nida'ul Hasanah Abraham)