Recent Posts

Friday, 3 June 2011

Instrospeksi

Dalam 2 bulan terakhir adalah masa-masa dimana Allah memperingatkan saya untuk lebih dekat kepada-Nya. Saya sadar, sudah terlalu lama saya menjauh dari Sang Pemilik Hati ini. Tidak menyentuh mukena dan sajadah, tangan tidak lagi mengadah, memohon, dan mengucap syukur atas segalanya. Menjadi seseorang yang tidak tahu lagi siapa dirinya. Lupa bahwa hidup ini tak selamanya indah.

Hari demi hari cobaan dan masalah datang silih berganti, seolah tak berujung. Sebisa mungkin saya berusaha mendinginkan kepala, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, melihat titik permasalahannya. Mencoba menahan kesedihan-kesedihan dengan tidak meneteskan airmata sedikit pun. Tapi selayaknya manusia biasa, saya akhirnya menumpahkan semua itu dalam linangan airmata sebagai pelampiasan emosi & perasaan. Sungguh begitu berat pikiran ini, ya Allah.


Bagaimana rasanya kehilangan seorang sahabat?
Saya mengenalnya tapi seolah tidak mengenalnya.

Bagaimana rasanya kehilangan seorang sahabat?
Tak apalah, dia sudah bahagia memilih jalan hidupnya.

Bagaimana rasanya kehilangan seorang sahabat?
Ikhlaskan.




Kini saya adalah seorang yang tegar. Semua itu karena tulusnya kasih sayang Allah kepada saya. Ia tahu, saya bisa melewatinya dengan keikhlasan hati. Saya adalah seorang yang berani menghadapi ujian-Nya karena semua ini adalah indikator untuk mencapai keimanan sejati.

2 comments:

  1. Hmm.....terasa betul untaian2 kalimat'nya....seperti pernah ngalami sendiri...hehe..@sabar yua...aku percaya kok Alloh SWT pasti memberi apapun yg terbaik untuk kita...yg penting pasrahkan semua kepadaNya...Insyaalloh semua pasti berjalan dengan baik....

    ReplyDelete
  2. emang ini pengalaman aku sendiri. tapi sekarang udah selesai kok semuanya. Amin ya Allah. makasih ya.

    ReplyDelete