Recent Posts

Thursday, 23 May 2013

Sleep Paralysis

Tadi siang saat baru pulang dari kampus Poltek, gue berniat untuk tidur siang karena ngerasa ngantuk banget. Sebelumnya makan pisang coklat dulu yang gue beli sambil nonton Si Doel Anak Sekolahan. Hehe, itu sinetron emang gue suka karena pesan moralnya yang bagus. Abis nonton TV mata udah ga kuat banget, langsung deh tidur ambil selimut. Gue sebetulnya jarang tidur siang karena ntar malemnya pasti ga bisa tidur cepet. Tidur.. Ga tau kenapa saat mau bangun gue ketindihan dan ini parah banget. Dalam keadaan setengah sadar, gue ngerasa bermimpi dalam mimpi. Jadi di mimpi itu gue lagi tidur dan mimpi lagi. Ngerti kan? Jadilah ketindihannya double dan susah banget buat gue untuk segera sadar dan bener-bener bangun. Seperti biasa gue baca La illaha illallah, Allahu Akbar dalam keadaan hampir habis nafas sambil mencoba menggerakkan badan, tangan, dan kaki. Beberapa kali gue baca kalimat Allah akhirnya kebangun juga Alhamdulillah. Langsung melongo, badan kerasa lemes banget, mau magrib pula. Ketindihan ini udah gue alami semenjak SMA, jarang sih tapi kan parno juga. Atas saran seorang sahabat, dia bilang cari tau penyebabnya karena ada penjelasan ilmiahnya. Dan sekarang gue coba berbagi artikel yang saya baca tentang ketindihan alias sleep paralysis dalam sudut pandang Islam dan medis.

Sleep Paralysis Dalam Sudut Pandang Islam
Ketindihan saat tidur disebabkan oleh banyak hal. Ada banyak hal yang berkaitan dengan kejiwaan dan kesehatan. Juga ada hal yang berkaitan dengan perbuatan Jin. Cara terbaik untuk mengobati hal tersebut adalah melaksanakan etika-etika sebelum tidur yang dianjurkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, seperti berwudhu sebelum tidur dan membaca doa-doa tidur.

Doa-doa tidur yang diajarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam mempunyai makna dan manfaat yang sangat besar. Seharusnya setiap muslim dan muslimah mempelajari kandungan maknanya agar bacaan doa tersebut lebih dahsyat pengaruhnya untuk diri. Obat yang paling bermanfaat untuk seluruh penyakit yang berkaitan dengan gangguan dan was-was adalah dengan tidak mempedulikannya, seakan-akan seorang tidak pernah punya masalah dengan hal tersebut. Wallahu A’lam.

(Dijawab oleh Ust. Dzulqarnain hafizhahullah – Sumber: Milis An-Nashihah)
[sumber: http://fadhlihsan.wordpress.com/2011/11/23/fenomena-ketindihan-saat-tidur/]

Sleep Paralysis Menurut Medis
Keadaan dimana seseorang merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak yang terjadi ketika akan tidur atau bangun tidur disebut sleep paralysisi. Istilah ini juga dikenal sebagai kelumpuhan tidur atau tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh ketika tidur).
Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.
Di dunia Barat, fenomena sleep paralysis sering disebut dengan mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Sebagian ada juga yang merasa melihat didatangi agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang wanita hingga menyebabkan ia ketakutan dan sulit bernapas.
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis adalah sejenis halusinasi akibat adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).
Sebagai pengetahuan saja, berdasarkan gelombang otak, tidur kita terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap REM inilah mimpi terjadi.
Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke tahapan mimpi alias REM.
Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah fenomena sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok atau bayangan lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.
Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.
Bagaimana Pencegahannya?
Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis atau tindihan bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.
Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu terjadinya gangguan tidur ini. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.
Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan ketindihan, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur Anda. Usahakan tidur 8 sampai 10 jam pada jam yang sama setiap malam.
Perlu diketahui juga, ketindihan umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.



0 komentar:

Post a Comment