Recent Posts

Friday, 27 September 2013

Kupu Bistro

Review kuliner gue kali ini jatuh kepada cafe yang diberi nama Kupu Bistro. Yap! Beberapa waktu lalu sehabis jalan-jalan di mall gue memutuskan untuk makan malem diluar, udah bosen sama food court mall yang rasanya gitu-gitu aja. Berhubung dompet lagi mendukung ya udah muter-muter keliling dan akhirnya ketemulah cafe ini yang bertempat di Jl. Ranggagading No 1 A. Twitter: @kupubistrobdg

Keindahan kupu-kupu rupanya mengilhami cafe yang satu ini, mereka menawarkan konsep kupu-kupu. Awal masuk kita bisa liat tulisan depannya ber-icon kupu-kupu, masuk ke dalam berasa asik banget, nyaman, udah kayak masuk rumah kupu-kupu dengan taman terbuka di teras belakang. Bayangin aja semua ornamen dan hiasan dinding di dalemnya semua kupu-kupu. Gimana ga nyaman tuh lama-lama di dalem, betah banget gue sampe ga pengen pulang (lebay!) Sayangnya gue ga sempat ambil foto semuanya, nanti deh di review kuliner selanjutnya. Hehehe.

Lo ga usah mikir berapa harga menunya karena semua cafe di Bandung membanderol harga yang standar dan hampir sama untuk semua makanan dan minuman. Itu yang gue liat berdasarkan pengalaman gue yang (rada) suka kuliner ke tempat-tempat baru. Di Kupu Bistro, selagi makan kita disuguhkan dengan lagu-lagu romantis yang mendayu-dayu (ah lebay lagi!). Pokoknya ga bakalan nyesel deh sama tempat ini. Recommended!

Oh ya, gue kepo-kepo di om Google nih katanya pemiliknya emang suka kupu-kupu dan konsepnya ingin semi garden dan banyak ruang terbukanya. Nanti, gue pengen buka Spongebob Cafe ah..



Monday, 16 September 2013

Is Maudy already perform yet?

Setelah lama menunggu akhirnya Maudy Ayunda ke Bandung juga. Kebeneran acaranya NET #NETfestivalBandung yakni stasiun TV baru tapi ga kalah kerennya sama yang lain. Ok, gue seperti biasa ngajak anak-anak buat nonton performnya di Ciwalk. Gue yang lagi ga enak badan bela-belain dong pergi demi ngeliat Maudy. Get well soon..

Malem minggu, jalanan Bandung pasti macet. Belom lagi Ciwalk jauh di Cihampelas sana. Uhh gpp deh. Sampe disana, parkiran penuh dan kita hampir ga dapet parkiran. Jurus jitu dikeluarin agar kita bisa dapet di parkiran yang sebenernya buat parkiran karyawan. Apa banget deh, biasa aja!

Masuk mall penuh, wuihh keren. Nonton Sarah Sechan LIVE dari kejauhan. Gue masih bertanya-tanya (err..) Maudy udah perform belom yaa? Udah belom yaa? Ih mana Maudy? Ternyata dia tapping The Comment duluan di segment pertama. Yah udahan. Udah kecewa duluan, ga liat Maudy. Kita memutuskan untuk makan di restoran Jepang Shin Men. Pesan sana sini, makan, dan.. "Tiba-tiba cinta datang kepadaku.." Oh my God, Maudy lagi nyanyi. Gue yang pengen banget liat sama Tya bergegas ke venue-nya. Dan masih rame, banyak orang, Maudy keliatan dari jauh dengan rok biru nan cantik dipadukan dengan blazer santainya. Nyanyi 1 lagu doang dong. Ih kok cuma 1 sih Dy?

Ok, satu pesen buat neng geulis Maudy Ayunda sering-sering ya main ke Bandung..



Saturday, 14 September 2013

Ci Nizma, kami merindukanmu..

Hari ini 14 September adalah hari ulang tahun tante saya Almarhumah Nizma Abraham. Cepat sekali rasanya beliau meninggalkan kami, meninggalkan suami dan anak-anaknya untuk lebih dulu menghadap Allah Ta'ala. Rasa tidak percaya bahwa beliau telah tiada masih saya rasakan hingga saat ini. Rindu ini memuncak ketika saya berziarah ke makam beliau, puasa kemarin bersama Om Muksin (suami beliau) beserta anak-anaknya Tika, Ella, dan Isty. Saya tidak terbiasa bersedih ataupun menangis di depan orang, seketika mengusap air mata. Tidak banyak memang ketika sedang membersihkan dan menabur bunga di makam beliau. Namun, saya mencurahkan segalanya di kamar sehabis pulang dari kuburan.

Pada suatu waktu, ketika saya, kak Nizar, dan Isty (anak ketiga beliau) sedang makan siang di rumah. Obrolan kami sesaat bercerita tentang beliau. Tak kuasa saya menahan kesedihan, saya langsung menghabiskan makanan dan pergi ke kamar mandi menghapus air mata yang tiba-tiba menetes. Kenangan terakhir saya bersama beliau, kami bercerita melalui sambungan telepon bulan Februari lalu.

Ci Nizma, kami merindukanmu..



Saturday, 7 September 2013

Mengenang Alm. Kakek KH Abdul Kadir Abraham

Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’uun..
"Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali."
(QS. Al Baqarah : 156)

Tepat pada tanggal 24 Januari 2013 atau 12 Rabiul Awal 1434 Hijriah KH. Abdul Kadir Abraham dipanggil menghadap Allah SWT. Beliau adalah kakek saya dari sebelah mama. Keluarga kami sangat merasa kehilangan atas kepergian beliau yang menutup usia 86 tahun, 11 bulan tepat pada jam 08.00 WITA. Pada saat sakaratul maut, wajah beliau tenang dan bercahaya  dengan suara sangat pelan, seperti berbisik hanya terdengar lafadz Al-Qur’an, sedetik kemudian beliau melipat kedua tangannya di atas dada. Tangan kanan diatas punggung tangan kiri, seperti orang mau sholat. 

Kakek adalah salah satu pendiri Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAU), mantan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Utara, tokoh Muhammadiyah Sulawesi Utara, mantan ketua Pengadilan Tinggi Agama Manado.

Keluarga besar kami sangat merasa kehilangan akan sosok beliau yang menjadi teladan dan panutan. Kakek meninggalkan 10 orang anak, 25 cucu, dan 21 cece. Saya hingga kini masih teramat sedih, masih meneteskan airmata mengingat almarhum kakek yang setiap sholat selalu saya do’akan.


Saat prosesi pelepasan almarhum sebelum disholati di Masjid Nurul Huda, nampak pejabat pemerintah Sulut, pejabat Kota Manado, pimpinan dan anggota Ormas Muhammadiyah, NU, Sarikat Islam, anggota Deprov Sulut, anggota Dekot Manado, pimpinan ormas dan organisasi politik hadir.
(Manado Post)

“Luar biasa kharismatik almarhum. Biasa hanya lima shaf. Tapi ini semua shaf terisi. Dan baru kali ini kaum ibu ikut sholat jenazah.”
(Agus Abdullah - Ketua BKPRMI Manado)

“Papa meninggal sekitar pukul 08.00 WITA, di usia 86 tahun. Kami merasa kehilangan sosok beliau dan segala kebaikan akan selalu dikenang.”
(Hj. Nida’ul Hasanah Abraham – Anak ke-8)

“Beliau telah mengatur bagaimana prosesi setelah meninggal dan itu telah lama diatur.”
(Alfian Djapai – Keluarga)

“Semasa hidup, beliau begitu gigih menjaga nilai kurukunan dan kemajemukan di Sulut. Nilai kerukunan yang ditinggalkan sangat positif untuk diadopsi oleh seluruh warga kota. Kami sangat berterima kasih atas warisan ini.”
(Dr. GS Vicky Lumentut – Walikota Manado)

“KH. AK Abraham memiliki dua kualifikasi yaitu berilmu dan berahklak, tidak banyak orang yang memenuhi kualifikasi ini. Kiai Abraham sangat mengamalkan filosofi semakin berilmu semakin merendah.”
(Amin Lasena, Sekretaris MUI Sulut)

“Beliau sangat tawadhu dan penuh kasih sayang serta baik kepada semua orang.”
(KH Rizal M Nur – Tokoh Agama)

“Kiai lama menetap dan mendakwahkan ilmunya di desa yang dikenal dengan Mangoa. Kami sudah seperti keluarga.”
(Jack Yusuf – Tokoh Masyarakat)
 
“Meski almarhum telah menjadi milik seluruh masyarakat Sulut, tapi kita di Minahasa Tenggara telah kehilangan tokoh besar, tokoh panutan yang telah memberikan semua waktu hidupnya dalam solidaritas keagamaan.”
(Ir Adrianus Tinungki - Sekretaris Kabupaten Minahasa Tenggara)

“Beliau adalah ahlaqul qarimahnya, akhlak yang baik sesama manusia.”
(Mahyudin Damis - Tokoh Muhammadiyah Sulut)







Thursday, 5 September 2013

We Realize We Cannot Eat Money

"Only when the last tree had died and the last river been poisoned and the last fish been caught, WE REALIZE WE CANNOT EAT MONEY."  - Cree Indian Proverb





Tuesday, 3 September 2013

The Conjuring #Review

Pernah denger kisah boneka Annabelle? Kalau pernah lo kudu wajib harus nonton film horor yang satu ini, The Conjuring. Boneka ini benar-benar ada dan disimpan di Occult Museum, kota Monroe, Connecticut, Amerika Serikat.

Film ini mengambil kisah nyata yang berawal dari kepindahan keluarga Ron Livington dan Lili Taylor ke sebuah desa terpencil bernama Rhode Island. Berbagai kejanggalan yang dihadapi mereka selama tinggal di rumah baru tersebut yang nyatanya adalah sebuah rumah berhantu. Mereka kemudian meminta bantuan sepasang suami istri Ed Warren dan Lorraine Warren yang berprofesi sebagai paranormal yang kemudian menginvestigasi rumah tersebut. Adegan demi adegan disuguhkan membuat kita ketakutan, suara dentuman, audio yang mendukung, hantunya yang datang tiba-tiba. Film ini keren banget guys!

Gue saranin jangan nonton film ini sendirian di bioskop, mending lo ngajak temen, pacar, sepupu, atau siapa kek selingkuhan lo, pacarnya temen lo, temennya temen pacar lo, asalkan jangan ngajak hewan peliharaan. Lumayan buat nemenin lo teriak sama merem melek bareng. Seriusan.. 





Tampan Tailor #Review

"Sekalipun segalanya hilang, masa depan kita tidak akan pernah hilang." - Tampan Tailor

Sekarang gue bakal nge-review sebuah film yang beberapa hari yang lalu gue tonton yakni Tampan Tailor. Film yang digarap oleh sineas Guntur Soeharjanto ini penuh dengan pesan moral kehidupan. Dimulai dari kisah hidup seorang penjahit duda bernama Topan (Vino G. Bastian) yang hidup luntang lantung bersama anaknya Bintang (Jefan Nathanio). Topan yang gulung tikar dengan usahanya sebagai tukang jahit lantas ditinggal mati oleh istrinya, ia dan Bintang hidup berdua menantang kerasnya kota Jakarta. 

Namun Topan tidak pernah kehilangan harapan. Semua upaya dilakukannya untuk menghidupi anaknya dan tentunya ia sendiri agar dapat bertahan hidup. Dengan bantuan saudaranya Darman (Ringgo Agus Rakhman), Topan menjajal pekerjaan dari mulai menjadi calo tiket kereta, kuli bangunan, hingga pekerjaan berbahaya stuntman.

Ditengah-tengah usahanya, ia dipertemukan dengan Prita (Marsha Timothy) yang kemudian membantu Topan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya yaitu menjadi penjahit. Film inspiratif yang diilhami dari kisah nyata ini mengajarkan kepada kita bahwa, Anda boleh kehilangan segalanya tapi Anda tidak boleh kehilangan harapan.

Ngomong-ngomong, di film ini si Vino beradu acting dengan istrinya Marsha Timothy. Gue sangat-sangat terkesima ngeliat mereka berdua yang begitu mendalami karakternya di film ini dan tentunya juga professional. That is a must.

Gue saranin bagi mereka yang sensitif hatinya perlu nyiapin tissue yang banyak kalau mau nonton film ini. Atau kalau lagi sama pacar boleh ikut sedih dan nangis di pundak pacarnya kok. Ahahaha :p




Monday, 2 September 2013

Sampai Akhir

Kasih ku berjanji selalu menemani
Saat kau bersedih
Saat kau menangis

Aaa.. Kan ku jaga
Aaa.. Segenap cinta yang ada
Untukmu..

Selama nafasku masih berdesah
Dan jantungku terus memanggil indah namamu
Takkan pernah hati ini mendua
Sampai akhir hidup ini

Kasih ku berjanji selalu menemani
Saat kau bersedih
Saat kau menangis

Aaa.. Kan ku jaga
Aaa.. Segenap cinta yang ada
Aaa.. Percayalah
Aaa.. Satu cintaku
Untukmu..

Selama nafasku masih berdesah

Dan jantungku terus memanggil indah namamu
Takkan pernah hati ini mendua
Sampai akhir hidup ini

(Judika feat. Duma Riris)



Little promise that never been released

Astaghfirullah gue lupa kalau punya janji mau nulis postingan tentang bukber anak yatim bulan puasa kemarin.
Maaf lahir batin yaa.. Maaf banget lupaa..
Oke sedikit tentang bukbernya, jadi kita bukber bareng anak yatim Panti Asuhan Al-Fitroh. It was going so great, we had many sweet moments with sisters and brothers there. Yes I called them my sisters and brothers. We are all Allah’s khalifah in the world. After that, we had “bakso” to complimented our dinner (read: breakfasting) at Bojongsoang. Arrived kostan, Guessed, WE NEVER FORGOT TO ACTED IN FRONT OF THE CAMERA. Keep Smileee!
*P.S: Now the promise released