Recent Posts

Thursday, 27 February 2014

Saat Dunia Masih Milik Kita

Apakah kau pernah merasa semua
Yang tlah kau dapatkan terbuang percuma
Dan seakan semuanya menghilang
Sia-sia

Begitulah rasa yang sedang kurasa
Saat dirimu meninggalkan luka
Yang tak pernah hilang
Terhapus oleh waktu

Akankah semua kembali seperti yang dulu
Akankah semua menjadi indah dan sempurna
Seperti saat diriku dengan dirimu
Hatimu masih milikku
Dan dunia masih milik kita

Hidup adalah tak sperti yang pernah
Kita bayangkan dan kita impikan
Terkadang ada indah dan juga menyakitkan

Akankah semua kembali seperti yang dulu
Akankah semua menjadi indah dan sempurna
Seperti saat diriku dengan dirimu
Hatimu masih milikku
Dan dunia masih milik kita

Akankah semua kembali seperti yang dulu
Akankah semua menjadi indah dan sempurna
Bisakah kita melupakan kesalahan kita
Seperti saat diriku dengan dirimu
Hatimu masih milikku
Dan dunia masih milik kita

Dan dunia masih milik kita
Dan dunia masih milik kita..



Andra and The BackBone - Self Titled (2007)


Wednesday, 26 February 2014

The Most Wonderful Birthday

Gue sama sekali ga menyangka bakal seperti ini di hari tangisan gue yang pertama, dimana tepat tanggal gue lahir ke dunia. Kebetulan hari sabtu dan gue harus berangkat ke Jakarta untuk bimbingan Skripsi dengan Ibu Dosen. Malem sebelum berangkat sehabis nonton Indonesian Idol gue ga bisa tidur, alhasil gue baru bisa tidur sekitar jam 3 dan harus bangun jam 4 siap-siap mandi dan sholat subuh. Tak lupa membawa alat untuk mengusir dingin selama dalam perjalanan. Di mobil travel gue ketiduran, bangun-bangun mobilnya udah melintas di depan gedung DPR/MPR aja. Hahahahaa.

Selama gue bimbingan, either Samsung or BB banyak sekali telepon dan notification yang masuk ga henti-hentinya bergetar. Getar! Cetarrr! Gubrak! *ga nyambung bego*

Gue simpen keduanya di tas. Takut ngeganggu selama proses bimbingan. Selesai bimbingan, gue merasa sangat tercerahkan dengan hashtag #feelgood.

Balik ke Bandung kira-kira jam 18.45 sampe Dipati Ukur. Dijemput si kekasih, uhuyy. Katanya sih pengen makan di tempat recommended Pak Acay, gue pun mengiyakan karena ga jauh. Sampai disana..

Mas-mas kasir: Untuk berapa orang?
Gue: 2 orang.
Kekasih: (ga ngejawab)

Muter-muter Sieta Cafe nyari tempat yang enak. Balik lagi ke depan. Gue memilih duduk bersandar karena cape banget.

Kekasih: (sibuk dengan HPnya)
Gue: Sini aja ya.
Kekasih: Kesitu yuk, aku punya surprise.
Gue: (Bingung sambil cape. Ikut aja kaki melangkah.)

Gue dibawa ke tempat yang udah direserved. Oh God. Gue terpana pas nyampe ke meja itu. Ternyata oh ternyata udah ada Tya sama Thieo plus kue cake sama lilin, sebuah tongsis berpita merah (aihhh), sebuah kado berbungkus kertas warna biru (yang setelah gue buka isinya frame dengan words yang lucuk).

Tiup lilin.. Cipika cipiki (muah muah).. Dikasih kado..

Gue: Lo kapan ke Bandungya?
Tya: Rabu. (senyum-senyum muka tanpa dosa)
Gue: Ihh.. (senyum-senyum muka masih terkejut)

Langsung deh dicobain itu tongsisnya, foto berempat. Ga lama kemudian dateng Ayu sama Gem. Bawa kado juga. Asikk. Cipika cipiki lagi. Terus Chindy dateng. Duduk diantara gue sama kekasih. Diprotes sama dia, ngalangin gue sama dia katanya. LOL. ROTFL. Sorry say, bukan gue yang ngomong ya.

Makan, ngobrol, cerita, ngelepas kangen, foto-foto pake tongsis, karokean. 

And the last but not least, I would like to say thank you my crazy people for all the things. I didn't expect but you guys are awesome! Thanks a million. Jazakumullah Khairan Katsiran.







Wednesday, 12 February 2014

Lagi tidak enak badan

Setelah makan siang tadi gue ngerasa ga enak badan. Lemes banget, badan anget, sakit kepala. Baca-baca referensi di internet, katanya makan daging merah, jeruk/teh/air jahe anget, minum vitamin, jangan lupa istirahat yang cukup sama pake selimut hangat. Yah inilah gue yang daya tahan tubuh yang lumayan lemah. Emang sih memasuki musim pancaroba (Hujan-Kemarau atau Kemarau-Hujan) virus-virus mulai nyerang tubuh kita. Selain itu, gue jarang olahraga.

Lagi ngerjain skripsi ini juga, yaudah lanjut besok aja. Sekarang mau istirahat tidur siang dulu ya. Sakit kepala banget. Udahan dulu ya. Cepet sembuh..


Monday, 3 February 2014

Lacamera Coffee

Fancy, a cup of coffee?

Review kuliner gue kali ini gue bakal berbagi perasaan gue sewaktu berada di Lacamera Coffee. Karena secara ga sengaja melintas di Jalan Naripan, dan pas banget ga tau harus kemana Sabtu kemarin. Ketemulah warung kopi yang satu ini. Eits, warung bukan sembarang warung, lebih tepatnya tempat yang enak banget buat duduk sambil ngobrol menikmati kopi.

Pesenan gue jatuh pada Peach Mojito, rasanya nyegerin banget di tenggorokan gue. Si do'i pesen Frappucino sama Banana Waffle. Rasa kopinya itu loh yang bikin nikmat banget. Beda sama yang lain. Ga terlalu manis, ga terlalu pahit. PAS! Wafflenya empuk, pisangnya enak.

Langsung cuss ke Naripan 79 yaa! Kalau kepo, follow deh @LacameraCoffee atau di fesbuknya Lacamera-Coffee











Saturday, 1 February 2014

Warna-Warni Januari

Woahh, permulaan tahun 2014 ini dibuka dengan liburan singkat ala gue sama anak-anak karena kita kedatengan tamu yang jauh-jauh dari Medan buat tahun baruan disini. We called him, Bang Welly. Tadinya kita ga mau kemana-mana karena tahu sendiri Bandung macetnya luar biasa menjelang pergantian tahun baru. Karena bosen di kosan aja, kita memutuskan untuk pergi kemana aja yang penting ada kembang apinya. Besoknya kita berendam di Ciater untuk menghangatkan dan menyegarkan diri. Bener banget, capenya langsung hilang dan badan berasa ringan. Lalu ke Kawah Putih, terakhir Gedung Sate.

Ok, liburan berakhir saatnya kembali ke rutinitas. Beberapa hari setelah itu, gue ke Jakarta untuk bimbingan dengan dosen. Syukurlah, perjuangan membawa hasil. Skripsi gue lanjut ke bab 4. Alhamdulillah, yeah. Awal yang baik untuk awal tahun ini.

Gue membawa hasil bimbingan ini sampai gue terbang ke Manado, buat jaga-jaga siapa tahu di sela waktu disana gue bisa ngerjain. Kedatangan gue di Manado bukan tanpa alasan berhubung ini adalah sebuah ajang kumpul keluarga yaitu acara resepsi penikahan sepupu gue. Gue sama sekali ga membuang-buang waktu untuk hal-hal yang ga penting. Disana gue pure ngabisin waktu dengan ngobrol sama Mama Papa maupun nenek, becanda bareng sepupu-sepupu, pergi jalan-jalan dengan mereka. Hingga pertengahan minggu, tepatnya Rabu pagi 15 Januari banjir bandang melumpuhkan kota Manado. Rumah nenek, rumah oma rumah tante juga turut kebanjiran dengan ketinggian air hampir menutupi atap rumah. Semua keluarga dan tetangga ikut nginep di rumah. Alhamdulillah setiap kejadian dan musibah tentu ada hikmahnya. Rumah gue jadi rame sama ponakan-ponakan yang masih kecil dengan tingkah nakal dan bandelnya mereka. Selain itu, gue juga tidur bertiga dengan orangtua. Jagain nenek, ambilin makan dan segala keperluannya. Iya gue menikmati setiap detik gue bersama keluarga walaupun tanpa listrik dan kekurangan air bersih.

Banjir kali ini emang bener-bener membuat kota Manado udah kayak kota mati yang biasa kita lihat di film-film zombie. Kalau siang, orang-orang berhamburan keluar ngebersihin rumah dan jalan disekitarnya. Dan kalau udah memasuki magrib, semua udah pada masuk ke rumah dan beristirahat. Hingga sampai gue balik ke Bandung, jalanan di sekitar rumah tuh masih berlumpur oleh sisa-sisa banjir. Walaupun berat, tapi gue harus nyelesein kewajiban gue dulu.

Januari 2014 ditutup dengan penuh suka duka, susah dan senang, serta airmata bencana menyatu hingga terlihat Warna-Warni.