Recent Posts

Saturday, 1 February 2014

Warna-Warni Januari

Woahh, permulaan tahun 2014 ini dibuka dengan liburan singkat ala gue sama anak-anak karena kita kedatengan tamu yang jauh-jauh dari Medan buat tahun baruan disini. We called him, Bang Welly. Tadinya kita ga mau kemana-mana karena tahu sendiri Bandung macetnya luar biasa menjelang pergantian tahun baru. Karena bosen di kosan aja, kita memutuskan untuk pergi kemana aja yang penting ada kembang apinya. Besoknya kita berendam di Ciater untuk menghangatkan dan menyegarkan diri. Bener banget, capenya langsung hilang dan badan berasa ringan. Lalu ke Kawah Putih, terakhir Gedung Sate.

Ok, liburan berakhir saatnya kembali ke rutinitas. Beberapa hari setelah itu, gue ke Jakarta untuk bimbingan dengan dosen. Syukurlah, perjuangan membawa hasil. Skripsi gue lanjut ke bab 4. Alhamdulillah, yeah. Awal yang baik untuk awal tahun ini.

Gue membawa hasil bimbingan ini sampai gue terbang ke Manado, buat jaga-jaga siapa tahu di sela waktu disana gue bisa ngerjain. Kedatangan gue di Manado bukan tanpa alasan berhubung ini adalah sebuah ajang kumpul keluarga yaitu acara resepsi penikahan sepupu gue. Gue sama sekali ga membuang-buang waktu untuk hal-hal yang ga penting. Disana gue pure ngabisin waktu dengan ngobrol sama Mama Papa maupun nenek, becanda bareng sepupu-sepupu, pergi jalan-jalan dengan mereka. Hingga pertengahan minggu, tepatnya Rabu pagi 15 Januari banjir bandang melumpuhkan kota Manado. Rumah nenek, rumah oma rumah tante juga turut kebanjiran dengan ketinggian air hampir menutupi atap rumah. Semua keluarga dan tetangga ikut nginep di rumah. Alhamdulillah setiap kejadian dan musibah tentu ada hikmahnya. Rumah gue jadi rame sama ponakan-ponakan yang masih kecil dengan tingkah nakal dan bandelnya mereka. Selain itu, gue juga tidur bertiga dengan orangtua. Jagain nenek, ambilin makan dan segala keperluannya. Iya gue menikmati setiap detik gue bersama keluarga walaupun tanpa listrik dan kekurangan air bersih.

Banjir kali ini emang bener-bener membuat kota Manado udah kayak kota mati yang biasa kita lihat di film-film zombie. Kalau siang, orang-orang berhamburan keluar ngebersihin rumah dan jalan disekitarnya. Dan kalau udah memasuki magrib, semua udah pada masuk ke rumah dan beristirahat. Hingga sampai gue balik ke Bandung, jalanan di sekitar rumah tuh masih berlumpur oleh sisa-sisa banjir. Walaupun berat, tapi gue harus nyelesein kewajiban gue dulu.

Januari 2014 ditutup dengan penuh suka duka, susah dan senang, serta airmata bencana menyatu hingga terlihat Warna-Warni.

0 komentar:

Post a Comment