Recent Posts

Wednesday, 30 April 2014

Jangan Pernah Berubah

Masih ada perasaan yang tak menentu dihati
Bila ingat sorot matamu yang ku rasa berbeda

Oh janganlah terjadi yang selalu ku takutkan
Beribu cara kan ku tempuh

Oh cintaku ku mau tetap kamu
Yang jadi kekasihku
Jangan pernah berubah

Selamanya kan ku jaga dirimu
Seperti kapas putih di hatiku
Takkan ku buat noda

Bayangkanlah kedua matamu
Bayangkan aku disisimu

Oh janganlah terjadi yang selalu ku takutkan
Beribu cara kan ku tempuh

Oh cintaku ku mau tetap kamu
Yang jadi kekasihku
Jangan pernah berubah

Selamanya kan ku jaga dirimu
Seperti kapas putih di hatiku
Takkan ku buat noda



Marcell - Self Titled (2003)

Tuesday, 22 April 2014

Happy Earth Day 2014

Hari ini tepat 22 April adalah hari pengamatan tentang Bumi dan diperingati secara Internasional. Berbagai belahan dunia telah sejak lama menggagas slogan "Go Green" yang gunanya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga planet yang hanya bisa ditinggali satu-satunya oleh manusia. 

Gue sangat menyadari hal tersebut dan oleh karena itu gue melatih diri sendiri untuk melakukan hal-hal kecil yang setidaknya dapat menyelamatkan bumi kita. Sebagai contohnya gue selalu membuang sampah pada tempatnya. Kalaupun tidak ada tong sampah disekitar, gue akan menyimpannya di tas sampai gue nemuin tong sampah terdekat dan membuangnya. Hal ini gue terapkan juga pada orang-orang sekitar gue: Pacar, sahabat, teman dekat sampai anak kecil si Opal.

Ketika lagi di jalan, di motor, gue melarang keras pacar membuang sampah sembarangan makanan atau minuman kecil yang baru saja Ia habiskan. Apapun itu seperti bekas bungkus snack atau botol air mineral. Begitu pula ke sahabat dan teman-teman dekat gue melakukan hal yang sama. Satu lagi nih, ke Opal. Pernah Ia selesai menghabiskan jajanannya lalu membuang bungkusnya ke depan pintu kamar. Gue bilang, "Opal, bekas bungkusnya dibuang ke tempat sampah yang ada di sebelah kanan (tangan gue sambil nunjuk ke sebelah kanan)." Opal kemudian mengambil lagi bungkusnya lalu membuang ke tempat sampah yang gue tunjuk. Pinter Opal.. 

Pernah denger Global Warming kan? Proses dimana meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Dampaknya besar sekali, guys. Contohnya sekarang harusnya sudah musim kemarau tetapi masih turun hujan kan? Coba tanya orang tua kita dulu gimana kondisi bumi dan cuacanya. Tidak seperti sekarang ini.

Berkurangnya tanah disekitar kita juga yang menjadi penyebabnya. Kenapa? Coba lo semua banyangin kalau semua tanah disekitar pemukiman itu disemen, nanti air hujan yang turun diserap oleh apa??! Itu fungsinya tanah, jadi jangan seenaknya tanah dimatikan dengan disemen sana-sini biar keliatan rapih. Miris liatnya.

Hutan dibakar demi kepentingan busuk sejumlah oknum tidak bertanggung jawab. Udara yang tercemar atau asap menimbulkan menipisnya lapisan atmosfer bumi. Atmosfer ini gunanya mengurangi panas yang dihasilkan matahari langsung. Tahu akibatnya kalau atmosfer tipis? Suhu ekstrim seperti kalau panas, panas banget! 

Satu lagi nih yang bikin gue sebel kalau bumi kita dirusak. Pohon-pohon ditebang sana-sini, dibuat kertas atau kursi kayu, atau apalah. Nanti kalau ga ada pohon, lo semua nafas pake apa? Insang ikan? Pikir lagi kalau mau nebang pohon.

Intinya semua dimulai dari kesadaran diri kita sendiri. Please, tolong jangan ngerusak bumi kita tercinta ini untuk kepentingan kita sendiri. Kalau bukan di bumi, kita mau tinggal dimana lagi?


One Earth, One Chance. Celebrate Earth Day Everyday.

Monday, 21 April 2014

Lovely Man

Film ini mengisahkan tentang seorang remaja perempuan yang ingin bertemu dengan Ayahnya setelah empat belas tahun memendam rindu. Saiful (Donny Damara) meninggalkan istri dan anaknya untuk bekerja di Jakarta, lantas Ia tidak melupakan kewajibannya untuk menghidupi anaknya dengan mengirimkan uang untuk pendidikan setiap bulan. Cahaya (Raihaanun) memberanikan diri pergi menemui Ayahnya di Jakarta, namun betapa terkejutnya Ia ketika mendapati Ayahnya adalah seorang waria. Dulu Ipuy, begitu Ia disapa oleh lingkungan sekitarnya, merupakan kuli bangunan yang bekerja di siang hari. Sekarang Ipuy mengenakan gaun merah dengan riasan wajah yang tebal berlenggak-lenggok di suatu sudut kota Jakarta dari malam hingga menjelang subuh.

Kisah yang mengharukan tentang hubungan Ayah dan anak ini betapa orangtua selalu memberikan yang terbaik kepada anaknya, tidak peduli apapun keadaannya. Adegan demi adegan disuguhkan sutradara Teddy Suriaatmadja seperti realita yang kita temukan jika melintas di tempat (maaf) PSK bertandang. Interaksi dan perbincangan keduanya yang menyentuh hati, tak lupa obrolan khas waria yang mengundang tawa penonton. 

Donny Damara bermain dengan sangat apik. Cara bicaranya yang nyablak dan kasar, cara jalannya yang udah kayak top model papan atas dan raut muka yang sama persis seperti waria. Begitu juga Raihaanun yang menjiwai perannya sebagai remaja gadis yang lugu dan polos. Serta orang-orang dibalik layar film ini semuanya keren dan berhasil mengangkat tema yang tabu dan mengundang banyak kontroversi.

Film ini telah memenangkan beberapa penghargaan bergengsi di luar negeri, antara lain Special Mention Awards di Osaka Asian Film Festival 2012 dan Donny Damara dinobatkan sebagai Best Actor pada Asian Film Awards 2012 di Hong Kong. Serta sang sutradara Teddy Suriaadmadja sebagai Best Director pada Tiburon Internasional Film Festival 2012 di San Fransisco, Amerika Serikat.


"Semakin lo deket sama orang, semakin cepet lo sakit hati. Kenal orang secukupnya aja." - Lovely Man