Recent Posts

Friday, 19 September 2014

Booster Society

Minggu-minggu kemaren gue lagi pengen-pengennya jalan-jalan, kuliner, hunting foto. Secara udah lama banget semenjak gue sibuk sama skripsi, ga pernah lagi jalan yang bener-bener pikiran lepas, tanpa ada beban. Nah, sekaranglah waktunya kita berkelana. Gue kasih review kuliner.

Langsung deh gue pengen ngenalin kalian ke... Booster Society. Yap, cafe yang terletak dibilangan Dago ini sangat gue sarankan bagi mereka yang membutuhkan suasana ala-ala vintage gitu. Asli enak banget berlama-lama di cafe ini. Gue sama do'i memang hobinya seneng nongkrong berdiskusi (aihh) di cafe, kita milih-milih cafe mana yang bakal kita datengin. Kalau lagi pengen yang suasana rame-rame, pilihannya cukup banyak. Seringnya sih kita milih ke cafe yang adem suasananya, yang ga terlalu rame tapi bisa bikin kita betah. 

Kebeneran dari kostan memang sengaja ga makan, biar bisa makan berat disana. Gaya banget makan berat, berat kayak kayu kali maksudnya. Ahahaha. Masuk ke dalem, terlihat ada beberapa ciwi-ciwi geulis sedang berkumpul dan berselfie dengan asyiknya, mas-mas yang lagi nunggu temennya sambil menyeruput kopi dan bermain dengan tabletnya, dan segerombolan anak muda Tionghoa (tadinya gue kira pengunjung, eh ga taunya ownernya) yang lagi meeting.

Gue memilih salah satu sofa di depan yang ada colokannya. Dasar pemakai smartphone, dimana-mana cari colokan. Arsitekturnya yang keren, hiasan-hiasan temboknya yang coklat sudah pasti sangat vintage, meja barista yang penuh dengan berbagai macam kopi, tak lupa waiternya yang cakep :) 

Kami pun memesan 1 Fried Chicken With Butter Sauce, 1 Shredded Chicken With Spicy Rice, 1 Lemon Tea, dan 1 Orange Fote. Tak lupa juga memesan starters (cafe ini meng-istilahkan appetizer sebagai starters) gue lupa pesen apaan. Setelah semua datang, kami menyantap makanan yang tersaji dengan begitu lahapnya. Alhamdulillah enak dan tidak mengecewakan. Do'i menawarkan gue dessert, tapi tawarannya gue tolak mentah-mentah. Mana mungkin perut gue diisi lagi, sudah cukup kenyang kok. Oh ya, cafe ini cocok juga buat kongkow-kongkow ngupi-ngupi cantik. Selain menu starters, entrees, dan dessertnya, cafe ini menyediakan menu brunch lho. Nanti kapan-kapan kita cicip menu brunchnya.

Sebelum pulang, gue ke toilet dulu. Ga muluk-muluk, konsep vintage cafe ini sampai ke toiletnya juga. Aroma kopi tercium saat kita masuk ke toiletnya. Tembok yang dihiasi dengan bermacam-macam print-an plat nomer negara lain, meja toilet yang makin cantik dengan tanaman hidup dan lukisan kecil. Serta tulisannya, "When life gives you a shit, flush it away." Artinya kurang lebih begini: Habis buang air kecil atau besar, jangan lupa tekan flushnya ya. Hahahahaha. Ga ding, bukan.

Orange Fote

Fried Chicken With Butter Sauce

Thursday, 18 September 2014

Dekat Di Hati - RAN

Dering telfonku membuatku tersenyum di pagi hari
Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi
Entah mengapa aku merasakan hadirmu disini
Tawa candamu menghibur saat ku sendiri

Aku disini dan kau disana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku selalu menunggu
Saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh disana
Kita memandang langit yang sama
Jauh dimata namun dekat di hati

Dering telfonku membuat ku tersenyum di pagi hari
Tawa candamu menghibur saat ku sendiri

Aku disini dan kau disana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku selalu menunggu
Saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh disana
Kita memandang langit yang sama
Jauh dimata namun dekat di hati

Aku disini dan kau disana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku selalu menunggu 
Saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh disana
Kita memandang langit yang sama
Jauh dimata namun kau dekat di hati

Jarak dan waktu takkan berarti
Karena kau akan selalu di hati
Bagai detak jantung yang ku bawa 
Kemanapun ku pergi

Meski kau kini jauh disana
Kita memandang langit yang sama
Jauh dimata namun dekat di hati


Dekat Di Hati - RAN
Album Hari Baru (2013)

Tak Kan Ada Cinta Yang Lain

Haruskah ku ulangi lagi
Kata cintaku padamu
Yakinkan dirimu

Masihkah terlintas di dada
Keraguanmu itu
Susahkan hatimu

Tak kan ada cinta yang lain
Pastikan cintaku hanya untukmu
Pernahkah terbersit olehmu
Aku pun takut kehilangan dirimu

Ingatkah satu bait kenangan
Cerita cinta kita
Tak mungkin terlupa

Buang semua angan mulukmu itu
Percaya takdir kita
Aku cinta padamu

Tak kan ada cinta yang lain
Pastikan cintaku hanya untukmu
Pernahkah terbersit olehmu
Aku pun takut kehilangan dirimu

Akankah nanti
Terulang lagi
Jalinan cinta semu

Dengarlah bisikku
Bukalah mata hatimu

Tak kan ada cinta yang lain
Pastikan cintaku hanya untukmu
Pernahkah terbersit olehmu
Aku pun takut kehilangan dirimu


Wednesday, 10 September 2014

Lebaran Kali Ini..

Penuh kesabaran..
Gue yang stress setelah dikecewakan.

Penuh kejutan..
Sakitnya papa kembali kambuh, hingga sampai masuk RS di Ternate.

Mum said..
Kita sekeluarga berkumpul hanya 1 kali setahun, disaat Lebaran.

Panitia Lebaran..
Mungkin kurang persiapan atau tidak adanya antisipasi karena suara mic sang Imam dan Khotib tidak kedengaran sampai shaf wanita.

Oma..
Beliau mengeluh sakit kaki saat sholat Ied.

Selfie with parents..
Menyempatkan waktu berselfie sebelum tamu berdatangan. 

Preparation..
Persiapan menjelang operasi papa.

Saturday, 6 September 2014

Berlabuhnya Kapal Skripsi

Akhirnya dan akhirnya, perjuangan gue selama ini terbayarkan sudah. Setelah berjuang hampir beberapa bulan, dengan segala hambatan dan rintangan maupun godaan sampai juga kita di pelabuhan terakhir. Hambatan yang gue maksud disini, gue harus menyelesaikan semua isi skripsi ini sendirian. Dan rintangan yang menghadang adalah gue harus bolak-balik Bandung-Jakarta-Bandung untuk menyetor revisi ini revisi itu. Sedangkan godaan dibalik pengerjaan skripsi ini tidak lain dan tidak bukan, adalah godaan nonton film. PAS! Iya pas banget kan semua. Ga mudah loh ngerjain skripsi setebal 213 halaman itu sendirian. Gue bilang sekali lagi, ga mudah. Jumlah halaman ini bertambah setelah Sidang pertama dari 160an kalo ga salah, menjadi 213.

Setelah di php-in sama kampus kira-kira 3 minggu lamanya dengan jadwal sidang yang tak kunjung muncul di daratan. Tibalah kita dengan jadwal yang super mendadak, tapi akhirnya ditunda lagi seminggu kemudian. Skip skip skip.

Singkat cerita, gue melangkahkan kaki menuju kampus tercinta dengan membawa seperangkat alat perang kayak laptop, notes, bolpoin, dan draft skripsi. Hari itu bertepatan dengan hari kedua puasa. Oh iya sebelum berangkat, gue dapet telpon dari Papa yang menyerukan doa dan dukungannya. Suara di ujung telpon yang membuat gue sedikit meneteskan air mata. Gue pun meminta doa restu beliau dan juga Mama.

Sampai di kampus, bertemu teman-teman lain yang juga mau pada sidang. Jam menunjukkan pukul 09.15, kami menunggu calon eksekutor kami (baca: dosen penguji) yang belum juga datang. 09.30 satu persatu bermunculan muka-muka garang yang sangat siap menerkam kami dalam ruangan. Presentasi dimulai, sekitar 15 menit berlangsung. Setelah itu, tibalah pada inti Sidang Skripsi. Gue ga tau kenapa ini dinamain Sidang. Padahal gue ga bikin salah, tapi tetep aja di sidang. Hahaha. Ini hanya wacana-wacana gue sama temen-temen dulu.

Tiba giliran gue diuji. Muka Pak X dan Bu Y terlihat serem. Nanya ini nanya itu bla bla bla. Semua pertanyaan gue jawab semaksimal mungkin. Tapi hasilnya kurang memuaskan sang eksekutor. Dianggap kurang menguasai materi, padahal Pak X juga sebenernya kurang mengerti isi skripsi gue. Sementara Bu Y hanya menyinggung soal BAB 2 yang beliau rasa kurang. Ya sudahlah, mau gimana lagi, sudah keputusan final. Gue balik dengan muka kecewa dan sedih. But, life must go on..

Skip lebaran (next posting)
Skip operasi Papa (next posting)

Untuk kedua kalinya, gue maju di kursi panas. Gue sidang lagi, mempertahankan skripsi gue. Kali ini harus berhasil. Bismillah. Seperti biasa, presentasi dilanjutkan tanya jawab hadap-hadapan sama dosen penguji Pak HO dan Pak YK. Sidang dimulai pukul 13.30.

Syukur Alhamdulillah, beliau-beliau ini paham dengan apa yang saya sampaikan. Sesi ini berlangsung santai seperti menjelaskan kepada teman sendiri, tapi dengan cara yang santun tentunya. Jalan terang semakin terlihat. Pukul 17.00 masuk lagi ke ruangan mendengarkan pengumuman hasil dan...

"Saudari Pramita Sari Palamani kami nyatakan LULUS dalam ujian skripsi.."

Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah. Begitu keluar ruangan, langsung menghubungi orang tua mengabarkan bahwa anaknya lulus ujian skripsi. 

Thanks to:
Allah SWT
Orangtua
Kakak
My Boy
Pak HO dan Pak YK
Ibu Dosen Pembimbing
Pak X dan Bu Y (penguji pertama)

Apa Kabar?

Setelah hampir 3 bulan tidak bercuap-cuap di blog, akhirnya dapet lagi mood untuk mulai nulis-nulis lagi. Gue kadang suka lupa buat nge-share apa-apa aja yang pengen gue share. Hehehe. Ok postingan terakhir gue bulan Juni, itupun cuma satu doang. Tapi ga apa-apa, gue bakalan nyicil. Ini otak udah penuh banget pengen dikeluarin isinya. Sekarang gue mau mulai dari mana ya, bingung jadinya. Atau langsung ke #ReviewCuliner aja gitu ya? Boleh deh.