Recent Posts

Saturday, 6 September 2014

Berlabuhnya Kapal Skripsi

Akhirnya dan akhirnya, perjuangan gue selama ini terbayarkan sudah. Setelah berjuang hampir beberapa bulan, dengan segala hambatan dan rintangan maupun godaan sampai juga kita di pelabuhan terakhir. Hambatan yang gue maksud disini, gue harus menyelesaikan semua isi skripsi ini sendirian. Dan rintangan yang menghadang adalah gue harus bolak-balik Bandung-Jakarta-Bandung untuk menyetor revisi ini revisi itu. Sedangkan godaan dibalik pengerjaan skripsi ini tidak lain dan tidak bukan, adalah godaan nonton film. PAS! Iya pas banget kan semua. Ga mudah loh ngerjain skripsi setebal 213 halaman itu sendirian. Gue bilang sekali lagi, ga mudah. Jumlah halaman ini bertambah setelah Sidang pertama dari 160an kalo ga salah, menjadi 213.

Setelah di php-in sama kampus kira-kira 3 minggu lamanya dengan jadwal sidang yang tak kunjung muncul di daratan. Tibalah kita dengan jadwal yang super mendadak, tapi akhirnya ditunda lagi seminggu kemudian. Skip skip skip.

Singkat cerita, gue melangkahkan kaki menuju kampus tercinta dengan membawa seperangkat alat perang kayak laptop, notes, bolpoin, dan draft skripsi. Hari itu bertepatan dengan hari kedua puasa. Oh iya sebelum berangkat, gue dapet telpon dari Papa yang menyerukan doa dan dukungannya. Suara di ujung telpon yang membuat gue sedikit meneteskan air mata. Gue pun meminta doa restu beliau dan juga Mama.

Sampai di kampus, bertemu teman-teman lain yang juga mau pada sidang. Jam menunjukkan pukul 09.15, kami menunggu calon eksekutor kami (baca: dosen penguji) yang belum juga datang. 09.30 satu persatu bermunculan muka-muka garang yang sangat siap menerkam kami dalam ruangan. Presentasi dimulai, sekitar 15 menit berlangsung. Setelah itu, tibalah pada inti Sidang Skripsi. Gue ga tau kenapa ini dinamain Sidang. Padahal gue ga bikin salah, tapi tetep aja di sidang. Hahaha. Ini hanya wacana-wacana gue sama temen-temen dulu.

Tiba giliran gue diuji. Muka Pak X dan Bu Y terlihat serem. Nanya ini nanya itu bla bla bla. Semua pertanyaan gue jawab semaksimal mungkin. Tapi hasilnya kurang memuaskan sang eksekutor. Dianggap kurang menguasai materi, padahal Pak X juga sebenernya kurang mengerti isi skripsi gue. Sementara Bu Y hanya menyinggung soal BAB 2 yang beliau rasa kurang. Ya sudahlah, mau gimana lagi, sudah keputusan final. Gue balik dengan muka kecewa dan sedih. But, life must go on..

Skip lebaran (next posting)
Skip operasi Papa (next posting)

Untuk kedua kalinya, gue maju di kursi panas. Gue sidang lagi, mempertahankan skripsi gue. Kali ini harus berhasil. Bismillah. Seperti biasa, presentasi dilanjutkan tanya jawab hadap-hadapan sama dosen penguji Pak HO dan Pak YK. Sidang dimulai pukul 13.30.

Syukur Alhamdulillah, beliau-beliau ini paham dengan apa yang saya sampaikan. Sesi ini berlangsung santai seperti menjelaskan kepada teman sendiri, tapi dengan cara yang santun tentunya. Jalan terang semakin terlihat. Pukul 17.00 masuk lagi ke ruangan mendengarkan pengumuman hasil dan...

"Saudari Pramita Sari Palamani kami nyatakan LULUS dalam ujian skripsi.."

Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah. Begitu keluar ruangan, langsung menghubungi orang tua mengabarkan bahwa anaknya lulus ujian skripsi. 

Thanks to:
Allah SWT
Orangtua
Kakak
My Boy
Pak HO dan Pak YK
Ibu Dosen Pembimbing
Pak X dan Bu Y (penguji pertama)

0 komentar:

Post a Comment