Recent Posts

Thursday, 24 September 2015

Yuk Keliling Bandung Naik Bandros

Apa itu Bandros?
Bandros yang ini bukan nama makanan khas Sunda, melainkan kependekan dari Bandung Tour On Bus. Bandros adalah bus bertingkat yang disediakan oleh pemerintah kota Bandung bagi wisatawan yang hendak berkeliling Bandung dengan nyaman. Menurut informasi dari Google, bandros diresmikan oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil pada malam tahun baru 2014. Terhitung sudah dua tahun dari sejak beroperasi.



Keliling Bandung
Siapa saja yang ingin berkeliling kota Bandung tidak ada salahnya menjatuhkan pilihan pada bandros. Karena berdasarkan pengalaman gue naik bandros seru, asyik dan yang paling penting bisa menambah wawasan sejarah kota Bandung. Penumpang diajak berkeliling kota sambil mendengar penjelasan tour guide yang ramah mengenai jalan-jalan yang dilewati. Mengapa seru? Karena bus setinggi 315 cm membuat penumpang yang berada di lantai 2 harus menunduk jika bus melintas di bawah pohon. Seru banget apalagi bareng temen-temen, udah kayak di film-film perang disuruh nunduk kalau ada serangan musuh. Hahaha.

Harga dan rute
Tahun 2014 lalu harga tiket donasi bandros dikenai biaya Rp 10.000,- per orang. Penumpang diharuskan untuk datang langsung ke halte untuk mengecek jadwal kosong. Namun sekarang mekanismenya dirubah agar lebih mudah yaitu calon penumpang diwajibkan reservasi terlebih dahulu melalui no WhatsApp 085793559911. Kemudian calon penumpang akan mendapat balasan dari operator tentang jadwal dan jumlah kursi yang dapat direservasi. Harga tiket donasi naik menjadi Rp 25.000,- per orang. Untuk rutenya Alun-Alun - Jln. Banceuy - Jln. Braga - Jln. Lembong - Jln. Sunda - Jln. Banda - Jln. Diponegoro - Jln. Dago - Jln. Kepatihan - Alun-alun. Oh ya saat ini sudah tersedia bandros warna kuning dan biru, selain warna merah.

Mirip Double Decker di London
Satu yang menarik perhatian saya adalah bus bandros merah yang mereka design mirip seperti bus bertingkat Double Decker di London. Keren. Warga Bandung sudah pasti bangga dengan kehadiran bus bandros yang menjadi iconic kota Bandung. Jadi, anggap saja kita sedang berkeliling London, namun tak perlu jauh-jauh memesan tiket ke Ibukota Britania Raya tersebut, melainkan sudah ada di Bandung.



Karena Berbagi Itu Indah..

Hari ini umat Islam seluruh dunia merayakan Idul Adha 1436 Hijriah dengan penuh suacita. Meskipun kita semua tahu beberapa waktu lalu terjadi insiden jatuhnya alat berat (crane) di Masjidil Haram yang memakan korban meninggal dan luka-luka. Kejadian jatuhnya crane tersebut tepat  pada hari Jum'at, di Tanah Suci Mekah, dan sedang dalam pelaksanaan ibadah haji, para korban meninggal Insya Allah khusnuh khotimah.

Balik ngomongin Idul Adha, gue tadi nonton salah satu stasiun TV Swasta yang terhubung dengan salah satu jurnalis Indonesia di Mekah. Beliau menyampaikan bahwa daging kurban di Mekah sangat banyak dan berlimpah. Untuk itu, selain dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan, panitia juga membagikan daging kurban ke negara-negara tetangga seperti Afrika. Alhamdulillah, berkah Idul Adha untuk semua umat manusia, karena berbagi itu indah..

sumber: Google

Wednesday, 23 September 2015

Wishful Thinking - Somersault Sunday

Does it count for a thing at all?
That I'm giving this all I've got 
Since day one, I've heard my high hopes 
But I've always fallen short of everyone

And the night that I've spent
Just laying awake so desperately hoping that someday
I'll fly away from my small town dreams
And I am tired of being happy for everyone else
When will I be happy myself?

Does it mean anything at all?
That I'm putting my heart into every song
Now I'll try to get back on my feet
But I'm falling behind and I feel like I've been beaten

Oh the time it took
For me to realize that no one really cares
And I don't know how much longer I can tell myself
I've got so many years cause soon enough
They'll fade away

I'll fade away
I'll fade away
I'll fade away

If you've got dreams then chase them
Never give up just face them
And this is all I've wanted
And you can't stop me now
(You can't stop me now)

If you've got dreams then chase them
Never give up just face them
And this is all I've wanted
You can't stop me now


Ari Leff (Somersault Sunday)

Thursday, 3 September 2015

Semoga Khusnul Khotimah, Nenek

Tak ada yang lebih menyedihkan ketika mendapat berita anggota keluarga ada yang sakit, apalagi saya berada di luar kota. Kabar sakitnya nenek diberitahu oleh sepupu saya - 25 Juni 2015 ketika itu puasa Ramadhan sudah berjalan hari ke-8. Saya menghela nafas panjang. Pelan-pelan, beberapa kali. Air mata saya tak terbendung, tentu sudah mulai merasakan bagaimana keadaan disana. Saya mulai berkemas barang-barang sembari menelepon orangtua, yang ternyata akan terbang siang itu juga ke Manado.

Saya kemudian dikabarkan nenek masuk RSAD Robert Wolter Monginsidi (RS Teling) ditemani tante, om dan saudara lainnya. Saya pengen banget pulang hari itu juga atau besoknya, tapi sudah terlanjur membeli tiket tanggal 11 Juli. Beberapa kali saya bernegosiasi dengan orangtua saya, ingin pulang nemenin nenek, liat keadaan nenek. Tapi kata orangtua sebaiknya nanti saja, pulang sesuai dengan tiket yang sudah dibeli.

Hari-hari setelahnya saya tidak bisa tidur malam, HP sengaja saya letakkan disamping saya ketika tidur. Saya ingin terus mengetahui kabar terkini nenek, ngobrol dengan sepupu tanya ini itu, minta fotoin kondisi nenek. Tanggal 11 Juli saya bertolak ke Manado, flight malam. Besok paginya saya menjenguk nenek, saya langsung mencium beliau, duduk disampingnya, memegang erat tangannya. Begitu setiap hari. Suatu saat ketika Mama menyuruh memutar murotal di HP, ketika ditanya oleh Mama nenek merespon dengan sangat baik. Kami tersenyum, Alhamdulillah.

Tak terasa Lebaran sudah di depan mata. Malam takbiran entah kenapa saya tak bisa tidur hingga pukul 04:30 pagi menjelang adzan subuh. Saya tidak ikut sholat Ied karena sedang haid. Setelah adzan, saya mencoba memejamkan mata, tidak juga menunjukan tanda-tanda mengantuk. Terus terjaga dan baru sekitar pukul 05:30 pagi saya tertidur.

Sedih menceritakan hal yang selanjutnya terjadi :’(

Saya kaget mendengar suara tangisan Mama yang terdengar sampai ke atas. Sontak saya langsung turun, saya dikunci dari luar pas mobil mau keluar. Saya ketok-ketok jendela, untung Papa belum naik ke mobil. Saya tanya ada apa. Papa bilang nenek meninggal. Saya memeluk erat Papa sambil menangis tersedu-sedu, tidak peduli warga sekitar yang lalu lalang di depan rumah. Tak lama kami bergegas menuju RS, sampai sana kami menangis memeluk nenek satu per satu. Beberapa saat kemudian, berdatangan keluarga yang lain, tetangga, sampai ruangannya penuh dan mobil ambulance pun siap. Nenek disemayamkan di rumah Manado sebelum dikebumikan di Belang, tanah kelahiran beliau, kampung halaman kami. Nenek dimakamkan tepat disamping makam Kakek.

Nenek menghadap Allah bersamaan dengan berlalunya bulan suci Ramadhan, tepat hari Jum’at 1 Syawal 1436 H. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pukul 07.38 pagi disaat seluruh umat muslim bertakbir, bertahlil, dan bertahmid di hari Idul Fitri.